Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Apa Itu Gerhana Matahari Dan Proses Terjadinya?

ndelet.com - Apa Itu Gerhana Matahari Dan Proses Terjadinya? , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Apa Itu Gerhana Matahari Dan Proses Terjadinya?, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Astronomi, Artikel blog, Artikel lain-lain, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.





Apa Itu Gerhana Matahari Dan Proses Terjadinya?- Pernahkah kalian melihat fenomena alam menakjubkan yang terjadi pada matahari? Berbagai fenomena alam di langit sering terjadi pada matahari meskipun dalam waktu yang tidak menentu. Salah satu fenomena matahari yang menakjubkan adalah gerhana matahari total. Gerhana matahari merupakan fenomena yang lebih jarang terjadi dibandingkan dengan fenomena gerhana bulan. Sebenarnya fenomena gerhana matahari ada berbagai macam, seperti gerhana matahari sebagian dan gerhana matahari cincin.

Namun dari berbagai macam gerhana matahari tersebut yang paling mencuri perhatian khalayak umum adalah gerhana matahari total. Mengapa? Karena ketika gerhana matahari total terjadi maka semua bagian dari matahari benar- benar bisa tertutupi oleh bayangan bulan sehingga dalam beberapa menit atau detik planet Bumi benar- benar gelap gulita seperti halnya malam hari dan kemudian kembali terang.

Apa Itu Gerhana Matahari?


ilmugeografi.com


Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi. Berdasarkan cara tertutupnya matahari, terdapat empat jenis gerhana matahari: gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrida/campuran. Walaupun bulan berukuran sekitar 400 kali lebih kecil daripada matahari, bulan terletak sekitar 400 kali lebih dekat ke bumi sehingga kedua benda langit ini tampak hampir sama besar di langit bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, jaraknya dari bumi sedikit berubah-ubah sehingga kadang tampak lebih besar dan mampu menutupi matahari (menyebabkan gerhana total) atau kadang lebih kecil dan hanya dapat menyebabkan gerhana matahari cincin.

Fenomena alam gerhana matahari total memang benar- benar cocok dijadikan moment untuk dikenang. Karena selain datangnya sangat jarang, gerhana matahari total mampu menyuguhkan kenampakan yang luang biasa dimana kita akan bisa merasakan “kehilangan” cahaya matahari dalam beberapa menit dan bisa menyaksikan matahari muncul kembali tanpa melalui proses terbit dan tenggelam. Maka dari itulah pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai peristiwa gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin.

Macam-Macam Gerhana Matahari

1. Gerhana matahari total.

Apa sih Gerhana Matahari Total itu?

Semua pasti sudah tau dong mengenai peristiwa gerhana? Gerhana ada dua macam, ada gerhana matahari dan ada gerhana bulan. Fokus kita kali ini hanya pada gerhana matahari saja. Menurut prosentase bagian yang tertutupi pantulan cahaya bulan, maka gerhana matahari dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu gerhana matahari total, gerhana matahari sebagian atau parsial dan gerhana matahari cincin. Gerhana matahari total merupakan gerhana matahari sempurna dimana seluruh bagian matahari bisa tertutupi oleh bayangan bulan, sehingga cahaya matahari benar- benar hilang sejenak dan kenampakan Bumi seperti malam hari.


Proses Terjadinya Gerhana Matahari Total

Perlu kita ketahui bersama bahwasanya gerhana matahari total ini terjadi melalui beberapa tahapan atau proses. Sebelumnya sangat perlu bagi kita untuk mengetahui proses terjadinya gerhana matahari secara umum. Jadi, syarat terjadinya gerhana matahari secara umum adalah ketika posisi Matahari – Bulan – Bumi berada pada satu garis lurus. Dengan demikian bulan yang ukurannya lebih kecil menimbulkan bayangan cahaya yang akhirnya jatuh ke sebagian permukaan Bumi sehingga bagian bumi tersebut menjadi gelap gulita seperti malam hari. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai proses terjadinya gerhana matahari total, berikut merupakan point- point penjelasannya:


  1. Terjadinya gerhana matahari total dimulai ketika posisi matahari, bulan dan bumi berada pada satu garis lurus secara berturut- turut. Posisi ini bisa terjadi karena bumi dan bulan sama- sama melakukan revolusi yaitu mengelilingi matahari sebagai pusat dari tata surya.
  2. Setelah berada di satu garis lurus maka bagian belakang bulan/ yang tidak terkena sinar matahari akan membentuk bayangan yang terdiri dari dua jenis yaitu bayangan inti yang gelap (umbra) dan bayangan samar- samar (penumbra). Bayangan umbra terdapat tepat di sisi belakang bulan yang bentuknya mengerucut. Sementara penumbra berada di sekitar bayangan umbra dan bentuknya semakin jauh semakin melebar. Biasanya bayangan penumbra lebih luas daripada banyangan umbra.
  3. Kemunculan bayangan umbra dan penumbra akan mengenai permukaan bumi kala itu. permukaan yang terkena umbra akan mengalami gerhana matahari total, sementara yang terkena penumbra akan mengalami gerhana matahari sebagian. Karena planet bumi melakukan gerakan rotasi, maka terjadinya gerhana matahari total di suatu daerah akan diawali dengan terjadinya gerhana matahari sebagian terlebih dahulu.

Nah itulah beberapa proses atau langkah-langkah terjadinya gerhana matahari total. Jadi terjadinya gerhana matahari baik itu gerhana matahari total maupun parsial atau sebagian akan diawali dengan posisi yang sama dimana matahari, bulan dan bumi berada di satu garis lurus.

Dampak Terjadinya Gerhana Matahari Total

Terjadinya peristiwa gerhana matahari total membawa beberapa dampak bagi bumi dan juga bagi kehidupan manusia. Dampak yang ditimbulkan oleh gerhana matahari total ini kebanyakan berupa dampak negatif. Adapun beberapa dampak terjadinya gerhana matahari total antara lain sebagai berikut:


  • Menimbulkan gangguan pada medan magnet Bumi

Dampak yang paling nyata dirasakan akibat dari adanya gerhana matahari total adalah gangguan pada gravitasi atau medan magnet bumi. Hal ini terjadi karena gerhana matahari total akan menghambat pemanasan dan juga proses ionisasi di lapisan ionosfer atmosfer Bumi. Dengan demikian medan magnet Bumi akan terganggu.



  • Menyebabkan gangguan pada kesehatan mata

Dampak lain dari terjadinya gerhana matahari total adalah bisa menyebabkan gangguan pada mata. Sebenarnya ini tidak fokus pada gerhana matahari pada fase totalnya, namun pada sebelum total. Pada saat matahari hanya terlihat pinggirannya saja, pada saat itu banyak sinar ultraviolet yang terpancar. Hal ini apabila tertangkap oleh mata manusia tanpa alat pelindung apapun maka bisa menyebabkan kerusakan pada mata.

Nah itulah dua dampak yang paling nyata atas terjadinya gerhana matahari total. Dampak- dampak tersebut yang porsinya lebih besar dirasakan manusia.

Peristiwa Gerhana Matahari Total yang Pernah Terjadi

Peristiwa gerhana matahari total pernah terjadi di beberapa kawasan di dunia. Adapun peristiwa yang terjadi antara lain sebagai berikut:

Tanggal 21 Juni 2001 di Afrika
Tanggal 4 Desember 2002 di Indonesia
Tanggal 23 November 2003 di Amerika
Tanggal 29 Maret 2006 di Eropa dan Asia Barat
Tanggal 1 Agustus 2008 di Eropa, Asia dan Afrika Selatan
Tanggal 22 Juli 2009 di Pasifik
Tanggal 11 Juli 2010 di Eropa Selatan
Tanggal 13 November 2012 di Amerika Selatan
Tanggal 30 Maret 2015 di Afrika dan Asia bagian Utara
Tanggal 9 Maret 2016 di Australia dan Kepulauan Pasifik
Tanggal 21 Agustus 2017 di Amerika Selatan
Nah itulah beberapa daftar peristiwa gerhana matahari total yang pernah terjadi. Selanjutnya gerhana matahari total juga akan terjadi di tahun 2019.

Di tahun 2019, gerhana matahari total akan terjadi sekitar tanggal 2 Juli. Sebagian besar gerhana ini akan berlangsung di atas samudera Pasifik dan akan terlihat di beberapa bagian negara Chili dan Argentina.

2. Gerhana matahari sebagian.


Pengertian Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari sebagian atau parsial adalah gerhana matahari yang terjadi ketika sebagian sinar matahari tertutup oleh sebagian permukaan bulan saat mencapai puncak gerhananya. Ketika terjadi gerhana matahari sebagian, ada bagian matahari yang tertutup bulan dan ada bagian yang tidak tertutupi. Ketika terjadi gerhana matahari sebagian, masih ada bagian matahari yang terlihat terang. Gerhana matahari sebagian merupakan fase awal sebelum terjadi gerhana matahari total dan biasanya waktunya akan lebih lama daripada gerhana matahari total. Bentuk gerhana matahari sebagian ini menyerupai bentuk sabit yang besar.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari sejatinya merupakan fenomena alam yang langka terjadi di dunia. Fenomena alam ini terjadi ketika matahari, bulan dan bumi berada di dalam satu garis lurus, sehingga menyebabkan sinar matahari ke bumi menjadi terhalangi oleh bulan dan menyebabkan adanya bayangan. Dalam proses terjadinya gerhana matahari sebagian terdapat dua bagian bayangan bulan yaitu umbra yang merupakan bagian gelap dan mempunyai bentuk kerucut yang memuncak menuju ke bumi, dan penumbra yang merupakan bagian terang dan mempunyai bentuk menjaduh dari bulan serta semakin melebar. Kawasan yang terletak di wilayah umbra biasanya akan terjadi gerhana matahari total, sedangkan kawasan yang terletak di wilayah penumbra biasanya akan mengalami gerhana matahari sebagian. Proses terjadinya gerhana matahari sebagian atau parsial sebenarnya sama dengan terjadinya gerhana matahari jenis lain, namun terdapat beberapa hal yang membedakan gerhana matahari sebagian dengan gerhana matahari lain.


Pada proses terjadinya gerhana matahari sebagian, posisi matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus namun posisi bulan akan sedikit melenceng, sehingga permukaan bulatan bulan saat mencapai proses puncak gerhana matahari hanya dapat menutupi sebagian sinar matahari. Pada proses gerhana matahari sebagian ini sinar matahari yang tidak tertutup secara 100 persen, sehingga masih terdapat bagian sinar matahari yang tidak tertutupi bayangan bulan. Oleh karena itu, proses gerhana matahari seperti ini dinamakan gerhana matahari sebagian. Gerhana matahari sebagian dapat terjadi ketika posisi planet Bumi terletak pada wilayah bayangan penumbra Bulan. Proses terjadinya gerhana matahari sebagian umumnya berlangsung lebih lama daripada proses berlangsungnya gerhana matahari total. Hal ini disebabkan oleh bayangan dari penumbra yang lebih luas dari bayangan inti, sehingga gerhana matahari sebagian merupakan fase awal dari gerhana matahari total. Gerhana matahari sebagian mempengaruhi daya tarik matahari dan bulan terhadap bumi, sehingga gerhana matahari dapat menggangu lapisan atmosfer terutama lapisan ionosfer.

Ketika terjadi proses gerhana matahari sebagian sebaiknya jangan melihat secara langsung. Hal ini bisa menjadi bahaya ketika kita melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, karena bisa menyebabkan kerusakan pada retina mata yang disebut solar retinopathy. Gelombang dari sinar matahari tampak seperti merah, kuning, hijau, jingga, biru, ungu dan nila serta gelombang sinar matahari yang tampak seperti sinar ultraviolaet akan berbahaya jika dilihat secara langsung, karena  gelombang tersebut memiliki energi kuat, frekuensi sangat tinggi dengan panjang gelombang mencapai 290 nm. Gejalan ketika terjadi kerusakan retina mata adalah terdapat titik-titik hitam pada pandangan mata dan tidak mudah untuk disembuhkan. Ketika kita melihat gerhana matahari secara langsung kita merasa biasa dan tidak menyadari mata dalam bahaya, karena retina mata tidak mempunyai sensor sakit. Lalu retina mata akan terbakar dan mengalami kerusakan bahkan kebutaan.

Dampak Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari sebagian sebenarnya memiliki dampak yang sama dengan jenis gerhana matahari lainnya, yaitu:


  • Dampak pada hewan

Hewan merupakan makhluk yang terkena dampak langsung ketika terjadi gerhana matahari sebagian, karena hewan adalah makhluk hidup yang bergantung pada alam. Proses terjadinya gerhana matahari sebagian yang menyebabkan bumi menjadi gelap sementara akan menyebabkan hewan mengalami kebingungan dan menjadi gelisah serta bergerak tak beraturan.


  • Dampak Gravitasi Bumi

Gerhana matahari sebagian akan berdampak pada gravitasi bumi meskipun tidak dirasakan secara langsung, namun akan berdampak bagi bumi. Akibat dari gerhana matahari sebagian, posisi matahari, bulan dan bumi akan mengalami perubahan karena pergeseran. Perubahan posisi tersebut mengakibatkan posisi bumi memiliki jarak yang lebih dekat dengan matahari.



  • Dampak Magnet Bumi

Terjadinya gerhana matahari sebagian akan berdampak pada lapisan atmosfer yaitu ionosfer dan menyebabkan terganggunya medan magnet di bumi. Magnet bumi akan bermasalah ketika terjadi proses gerhana matahari sebagian, namun akan kembali normal ketika gerhana matahari selesai.


  • Dampak Saluran Komunikasi

Terjadinya gerhana matahari sebagian juga berdampak pada saluran komunikasi karena terjadi masalah pada lapisan ionosfer, sehingga gelombang radio dan sinyal internet akan terganggu. Hal ini akan memberi dampak secara langsung bagi bidang transportasi khususnya penerbangan.


3. Gerhana matahari cincin.


Gerhana cincin merupakan gerhana yang terjadi apabila piringan bulan ketika mencapai puncak gerhananya hanya bisa menutupi sebagian piringan saja. Gerhana jenis ini terjadi apabila piringan bulan ternyata lebih kecil dibandingkan piringan matahari. Sehingga tepat pada bagian sisi atau pinggirnya tidak tertutup sempurna dan membentuk layaknya cincin. Karena yang tidak tertutup adalah piringan matahari, maka sisinya bercahaya dan terlihat seperti cincin. (Baca Juga : Erupsi Campuran)

Proses Terjadinya Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari memang terjadi ketika matahari, bulan serta bumi berada di satu posisi yang sejajar atau segaris dan saat bulan  sedang melintas diantara matahari dan juga bumi atau saat fase bulan baru. Akibatnya cahaya matahari menjadi terhalang dan menyebabkan adanya bayangan. Pengamat yang berada di kawasan penumbra tidak akan menerima perubahan karena sorot cahaya matahari dan tidak akan mengalami perubahan yang sangat drastis.

Namun cahaya yang diterima akan kurang dari 100%. Hal ini terjadi karena sebagian cahaya yang tertutup oleh benda langit si pembentuk bayang-bayang. Semakin dekat ke umbra maka semakin besar cahaya matahari yang terhalangi, namun tidak setiap gerhana matahari yang terjadi bisa membuat bumi (Baca: 16 Bentuk- bentuk Permukaan Bumi) gelap sempurna layaknya malam hari.

Dalam gerhana dikenal yang namanya gerhana matahari cincin. Bukan gelap total, justru dari bumi kita dapat melihat matahari layaknya cincin raksasa dan seluruh permukaan bulan menutupi permukaan bumi. Artinya bulan hanya menutup sebagian saja, namun karena bulan menutupi tepat hanya di pusat atau di tengahnya saja maka berbentuk cincin di sisinya. Hal ini terjadi karena bundaran bulan yang lebih kecil karena variasi jarak bumi (Baca: Pengertian Bumi)  dan bulan.

Bayang-bayang bulan ada dua bagian :

1. Umbra
Umbra adalah bagian yang gelap dan berbentuk kerucut yang puncaknya menuju ke bumi. Daerah yang berada dalam liputan umbra akan mengalami gerhana matahari total.

2. Penumbra
Penumbra adalah bagian yang agak terang dan bentuknya makin jauh dari bulan semakin lebar. Daerah berada dalam liputan penumbra mengalami gerhana matahari sebagian. Pada gerhana matahari total akan tampak cahaya korona matahari yang bentuknya seperti mahkota dan semburan gas dari permukaan matahari yang berwarna lebih merah.

Ketika bulan berada dekat dan jauh dari bumi dapat dilihat, maka bentuk bulan tampak lebih besar dan saat jauh piringannya menjadi tampak lebih kecil lagi. Sehingga memberikan efek seperti besar atau pun kecil.

Proses Terjadinya Gerhana Matahari CincinKetika jarak matahari ke bumi atau biasa disebut Aphelion mencapai maksimum yakni sebesar 152,1 juta KM, radius piringan matahari berukuran 944 detik busur dengan ukuran 1 detik busur sama dengan 3600 derajat. Adapun jarak terdekat bumi-matahari atau perihelion sebesar 147,1 juta km, radius piringan matahari mencapai 976 detik busur.

Sementara itu, jarak bulan-bumi pada titik terjauhnya atau biasa disebut apogee pada jarak 405.500 KM memiliki radius piringan bulan (Baca: Fenomena Alam Bulan Kembar)  sebesar 882 detik busur. Adapun pada titik terdekatnya antara bulan-bumi sebesar 363.300 KM, radius piringan bulan mencapai 1006 detik busur.

Bayang-bayang bulan (Baca: Bulan Purnama) yang jatuh ke permukaan memiliki dua bagian di antaranya bayangan inti yang biasa disebut umbra dan bayangan tambahan atau penumbra. Penduduk bumi yang dilintasi wilayah umbra tidak akan melihat matahari karena seluruh sumber cahayanya ditutupi bulan. Adapun jika berada di daerah yang dilalui penumbra, mereka masih bisa melihat sebagian sinar matahari.

Dalam GMC, ujung umbra atau bayang bayang bulan (Baca: Gerhana Bulan) tidak mencapai permukaan bumi. Hanya saja perpanjangan umbra yakni antumbra dan antiumbra saja yang sampai ke bumi. Daerah yang dilalui antumbra itulah yang akan melihat matahari seperti cincin bercahaya di langit. Karena penjelasan ini menjadikan gerhana matahari cincin berbeda dan juga dianggap istimewa.

Dampak Gerhana Matahari Cincin

Dampak yang diberikan GMC atau Gerhana Matahari Cincin sebenarnya hampir sama dengan dampak gerhana matahari. Apa saja ?

1. Terjadi pada hewan

Dalam proses gerhana matahari cincin, sebenarnya sama dengan gerhana matahari yakni dampak langsung yang paling sering terjadi adalah hewan. Dimana hewan merupakan makhluk hidup yang paling terlihat bergantung pada alam (Baca: Sumber Daya Alam Energi). Dimana bumi ketika gelap menjadi tanda bagi mereka baik untuk istirahat maupun untuk beraktifitas, khususnya hewan nokturnal.

Namun karena gerhana matahari cincin merupakan gerhana yang terjadi dalam waktu yang sebentar dan membuat bumi menjadi gelap dalam waktu sementara. Hal ini akan mempengaruhi hewan yang mungkin akan kebingungan, karena siklus kegiatan mereka berubah secara tiba-tiba. Maka tak jarang beberapa hewan menjadi resah dan kebingungan seperti halnya bersuara terus menerus atau menjadi gelisah dan bergerak tidak beraturan.

2. Adanya pengetahuan

Untuk manusia mungkin dampaknya tidak terlalu dilihat. Namun dampak yang paling bisa diambil tentunya adalah ilmu pengetahuan. Dimana bumi yang menjadi planet tempat tinggal kita, matahari dan juga bulan yang menjadi satelit (Baca: Pengertian Satelit) kita melakukan suatu fenomena. Pengetahuan ini juga bisa membantu mengembangkan fenomena yang mungkin bisa terjadi dari gerhana matahari cincin, atau fenomena yang akan terjadi yang bersangkutan dengan GMC.

3. Gravitasi Bumi

Meskipun tidak terlalu dirasa, gerhana matahari cincin merupakan pergerakan antara gerhana matahari total dan gerhana matahari sebagian. Hal ini tidak berdampak pada manusia secara langsung namun akan berdampak sedikit demi sedikit kearah bumi. Menurut NASA dan juga BMKG, dengan adanya gerhana matahari maka jarak antara bumi dengan matahari (Baca: Bagian bagian Matahari) dan juga bulan sedikit mengalami perubahan. Perubahan tersebut memanglah tidak banyak dan tidak terlalu memberikan efek, namun gerhana matahari menyebabkan bumi berjarak lebih dekat karena adanya gravitasi yang besar.

4. Magnet Bumi

Ketika terjadi gerhana matahari, pada waktu matahari tertutup lapisan ionosfer maka akan berubah konteks dari ionnya sehingga variasi dari medan magnet akan terganggu. Untuk itu, ketika terjadi gerhana matahari maka magnet dibumi mungkin akan mengalami masalah dan kembali normal lagi. Karena itulah rata-rata GMC tidak memberikan dampak yang berarti.

5. Saluran Komunikasi

Ketika gerhana matahari terjadi termasuk gerhana matahari cincin. Mungkin efek berkepanjangan tidaklah terasa, namun efek pada saat terjadi gerhana bisa terjadi. Salah satunya terjadi pada saluran komunikasi seperti halnya gelombang radio dan koneksi internet (Baca: Negara dengan Koneksi Internet Tercepat) yang akan terganggu. Untuk itulah mengapa gerhana diumumkan jauh-jauh hari meskipun waktu dan lintasannya sering kali dikabarkan ketika gerhana baru akan terjadi sehari sebelumnya. Hal ini terjadi untuk mewaspadai mereka yang menggunakan gelombang radio yang mungkin akan terganggu. Seperti halnya bandara dan lain-lain.

Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019

Ya tahun ini kita semua berkesempatan untuk melihat fenomena langit ini. Hal yang langka dan bisa jadi momentum untuk belajar juga.

Namun yang perlu diingat, bahwasannya menyaksikan gerhana matahari cincin secara langsung tanpa menggunakan peralatan dan keamanan yang memadai akan sangat membahayakan kesehatan mata.

Hal ini karena pada saat matahari tertutup bayangan bulan maka saat itulah banyak sekali sinar ultraviolet yang terpancar, sehingga apabila kita tidak menggunakan alat lindung maka bisa menyebabkan sakit mata, bahkan hingga mengalami kebutaan. Maka dari itulah sangat perlu membaca panduan dalam menyaksikan gerhana matahari secara aman. Tidak hanya ini saja informasi penting yang perlu kita ketahui mengenai gerhana matahari total.


Demikianlah Artikel

Sekianlah artikel kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.


Anda sekarang membaca artikel dengan banyak manfaat Artikel ,
Notification ! {New!} Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut.

Berlangganan via Email